Pages

Subscribe:

Sabtu, 09 Juni 2012


Pengaruh Televisi terhadap gaya Komunikasi Anak





Pengaruh Televisi


PENDAHULUAN


Pada zaman sekarang ini, televisi merupakan media massa elektronik yang mampu menyebarkan informasi secara cepat dan mampu mencapai berbagai kalangan pemirsa dalam jumlah banyak dan dalam waktu bersamaan. Dengan berbagai acara yang ditampilkannya, televisi mampu membius pemirsanya termasuk anak-anak sekalipun. Kehadiran televisi sesungguhnya telah menimbulkan berbagai fenomena. Khususnya bagi anak-anak, televisi sudah menjadi sahabat dan ?pengasuh? mereka. Televisi dan anak adalah dua komponen yang sangat sulit dipisahkan. Anak-anak adalah penggemar nomor satu televisi. Rata-rata anak menggunakan hampir sebagian besar waktunya untuk menonton acara televisi.




Televisi memang mampu menayangkan acara-acara yang menarik sehingga membuat anak-anak menganggap televisi sebagai kotak ajaib yang menghibur. Walaupun tanpa disadari, televisi mampu mengubah mereka sedikit demi sedikit. Sebagai media audio visual, TV mampu merebut 94% saluran masuknya pesan-pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga. TV dapat membuat anak-anak pada umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar dilayar televisi walaupun hanya sekali ditayangkan. Atau secara umum orang akan mengingat 85% dari apa yang mereka lihat di TV setelah 3 jam kemudian dan 65% setelah 3 hari kemudian.


Terbukti, akhir-akhir ini banyak beredar berita mengenai aksi kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak karena meniru adegan yang mereka saksikan melalui layar televisi. Bukan hanya prilaku dari anak-anak tersebut yang dipengaruhi oleh TV melainkan juga gaya berkomunikasi mereka. Mulai dari pesan-pesan yang mereka tukarkan, pilihan kata yang mereka gunakan saat berkomunikasi, semua itu juga dipengaruhi oleh televisi. Anak-anak mempelajari gaya berbicara, juga mendapatkan berbagai kosa kata dari televisi. Untuk itulah, dalam tulisan ini saya tertarik untuk mengkaji besarnya pengaruh televisi terhadap gaya berkomunikasi anak-anak dengan menggunakan salah satu dari perspektif psikologi yaitu, Behaviorisme.


Behaviorisme sendiri merupakan salah satu dari empat perspektif dalam psikologi komunikasi. Teori Behaviorisme ini dirumuskan oleh John B. Watson (1878-1958) tepat pada peralihan abad ini. Teori Behaviorisme adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Dari hal ini, timbulah konsep ?manusia mesin? (Homo Mechanicus).




PEMBAHASAN


Ketika anak-anak berinteraksi dengan televisi, suka atau tidak, akan muncul nilai-nilai baru yang tidak ditemui sebelumnya. Pada akhirnya nilai-nilai baru inilah yang akan terbawa menuju dunia nyata?ketika berinteraksi langsung dengan orang lain?baik disadari atau tidak. Ketika anak-anak melihat adegan pertengkaran di televisi untuk memecahkan masalah, maka dalam dunia nyata pun mereka akan mengikuti adegan tersebut. Mereka akan ikut berpikir bahwa pertengkaran adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah.


Seperti yang dikatakan oleh kaum behavioris bahwa manusia belajar banyak hal dari lingkungan, termasuk juga dari media massa. Begitu pun dengan anak-anak yang juga belajar banyak hal dari televisi. Peranan televisi mampu mengisi keempat proses belajar tersebut. Media televisi melalui pesan?pesannya dapat mengakibat?kan anak-anak lebih memperhatikan suatu pesan tertentu, atau dapat mengakibatkan mereka untuk mengingat kembali pengalaman. Televisi juga dapat mendorong, atau mempercepat proses gerakan, reaksi untuk menciptakan kembali cara?cara yang sama yang pernah dilakukan.


Pengaruh media massa dalam hal ini televisi terhadap manusia juga telah dijelaskan dalam teori Jarum Hipodermik. Teori Jarum Hipodermik merupakan teori yang juga berasal dari perspektif Behaviorisme. Teori klasik ini mengungkapkan adanya efek dari media massa. Dalam teori ini isi media dipandang sebagai obat yang disuntikan ke dalam pembuluh darah pemirsanya.


Pada akhirnya, pesan-pesan yang ditampilkan oleh media televisi pada tingkat tertentu akan memberikan efek bagi anak-anak. Bisa dilihat dari bagaimana anak-anak mulai menirukan adegan yang ada di televisi. Anak-anak juga berkomunikasi layaknya tokoh-tokoh yang berperan dalam televisi. Mulai dari, gaya berbicara, tata bahasa, kosa kata mereka, semua dipelajari dari televisi.


Jika diperhatikan, anak-anak sekolah dasar pun sekarang sudah jauh lebih cepat mengenal kata cinta sampai kata-kata makian kasar yang tak pantas diucapkan anak-anak. Anak laki-laki sudah bisa mengeluarkan kata-kata untuk merayu teman perempuannya walaupun dari segi umur ia belum pantas melakukannya. Gaya berkomunikasi mereka pun sering kali terlihat lebih dewasa dari umurnya. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh tayangan-tayangan seperti sinetron ataupun serial kartun yang mendominasi acara-acara di TV akhir-akhir ini.


Contoh sederhananya, anak-anak lebih cepat mengerti kata Cinta dan lebih agresif untuk mengutarakan kata tersebut terhadap orang yang ia sukai. Hal ini dikarena mereka sering mendengar kata tersebut di televisi seiring dengan semakin menjamurnya sinetron-sinetron dewasa, bahkan pada serial kartun anak pun kata cinta terhadap lawan jenis sering diumbar. Akibatnya anak-anak pun mengikuti rangsangan yang mereka terima dari Televisi.


Anak-anak yang menjadi anggota khalayak media massa dapat mengamati atau membaca perilaku model (bisa dari tokoh kartun, artis pujaan) yang ditunjukkan melalui sebagian isi media televisi. Berbagai pengamatan yang secara tidak langsung dilakukan oleh anak-anak saat menyaksikan tayangan di TV, akan mendorong mereka untuk? mengidentifikasi model model dalam layar kaca sampai lambat laun mereka akan menyukai model tersebut, ingin menjadi seperti model itu, atau melihat model sebagai daya tarik yang cepat dan patut ditiru.


Kaum Behavioris meyakini manusia belajar banyak hal dari apa yang mereka saksikan melalui televisi. Kemudian ketika mereka mengalami suatu keadaan yang sama seperti yang pernah mereka saksikan di layar TV, maka mereka akan cenderung untuk mengikuti apa yang pernah mereka saksikan di TV.


Misalnya, ketika mereka menyaksikan serial kartun Sinchan. Sinchan adalah tokoh kartun yang nakal, ketika ibunya memarahinya, maka Sinchan akan membalasnya dengan kata-kata yang tidak sopan. Maka ketika anak-anak pun dimarahi oleh ibunya, ia cenderung untuk ikut mengeluarkan kata-kata tidak sopan. Selain itu, sering terdapat adegan di mana Sinchan sering kali berbicara layaknya orang dewasa ketika bertemu gadis cantik. Anak laki-laki pun akan mengikuti hal ini. Anak-anak bisa saja menganggap segala hal negatif yang mereka saksikan di TV sebagai hal yang benar dan wajar jika diikuti. 
(Rahmatul Furqan-OpiniOl)


Berapa lama buah hati Anda menghabiskan waktu di depan televisi atau komputer? Sebuah penelitian di Inggris mengungkap bahwa anak yang menghabiskan waktu terlalu banyak di depan dua media elektronik itu berisiko mengalami hambatan komunikasi. 


Seperti dikutip dari laman DailyMail, penelitian tersebut dilakukan melalui survei terhadap 6.000 orang, termasuk 3.000 orangtua di Inggris. 


Satu dari enam orangtua berpendapat, terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar merupakan penyumbang utama terhadap masalah komunikasi. Di Inggris, masalah ini mengganggu perkembangan komunikasi pada sedikitnya satu juta anak. 


Sebanyak 51 persen responden berpikir bahwa anak-anak yang terlalu sering menyaksikan acara televisi akan mengalami hambatan komunikasi dengan orangtuanya. Bahkan, juga bisa membuat anak yang baru belajar bicara mengalami kesulitan memahami bahasa.


Sementara 16 persen orang dewasa dan 17 persen orangtua juga meyakini bahwa menghabiskan waktu terlalu banyak di depan televisi menjadi penyebab utama kesulitan berbicara, berbahasa, dan menghambat kebutuhan komunikasi.


Meski demikian, faktor genetik dan biologis juga memengaruhi tingkat hambatan komunikasi pada anak. 


"Sebanyak 10 persen atau sekitar 2-3 anak di setiap kelas di Inggris, mengalami kesulitan komunikasi jangka panjang yang berbasis biologis," kata Jean Gross, pakar komunikasi di Inggris. "Otak mereka tidak melakukan proses memahami bahasa yang cukup baik seperti otak anak-anak lain."


Mendukung penelitian itu, Laporan Ofsted awal bulan ini menemukan, anak-anak berjuang keras agar dapat membaca dan menulis lantaran mengalami hambatan berbicara atau mendengarkan dengan baik sejak kecil.


Studi terpisah mengungkap, anak-anak cenderung mengalami hambatan berbicara dan mendengarkan akibat kebisingan lingkungan sekitar dan percakapan minim di lingkungan keluarga. "Siaran televisi dengan volume besar, ditambah keriuhan suasana rumah bisa semakin menghambat kemampuan bahasa anak-anak," kata Gross.




KESIMPULAN


Bagi orang dewasa, mungkin apa yangditampilkan oleh televisi itu bukanlah sebuah masalah besar, sebab merekasudah mampu memilih, memilah dan memahami apa yang ditayangkan di layartelevisi. Namun bagaimana dengan anak-anak? Dengan segala kepolosan yangdimilikinya, belum tentu mereka mampu menginterpretasikan apa yang merekasaksikan di layar televisi dengan tepat dan benar. Padahal Keith W. Mielkesebagaimana dikutip oleh Arini Hidayati dalam bukunya berjudul Televisi danPerkembangan Sosial Anak mengatakan bahwa:Masalah paling mendasarbukanlah jumlah jam yang dilewatkan si anak untuk menonton televisi, melainkanprogram-program yang ia tonton dan bagaimana para orang tua serta gurumemanfaatkan program-program ini untuk sedapat mungkin membantu kegiatanbelajar mereka.(1998:74).Dari kutipan tersebut diatas jelas bahwa yang harusdiwaspadai oleh para guru dan orang tua adalah acara apa yang ditonton anak ditelevisi itu dan bukannya berapa lama anak menonton televisi. Padahalkecenderungan yang ada justru sebaliknya. Orang tua jarang benar-benarmemperhatikan apa yang ditonton anak-anaknya dan lebih sering melarang anak-anak agar jangan menonton televisi terlalu lama karena bisa mengganggu jambelajar mereka

Pernikahan Melalui Internet


Pernikahan Melalui Internet Menurut Pandangan Islam

Bab 1 Pendahuluan

Perkawinan merupakan sunnatulah yang berlaku pada seluruh makhluk Allah khususnya pada manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Pernikahan merupakan suatu akad antara seorang laki-laki dan seorang perempuan atas dasar kerelaan dan kesukaan serta cinta dan kasih sayang kedua belah pihak yang dilakukan oleh wali dalam suatu akad. Perkawinan diantara keduanya dilakukan untuk menghalalkan percampuran diantara keduanya sehingga keduanya menjadi teman hidup dalam berumah tangga.

Pernikahan sekarang sudah lazim dilakukan banyak orang. Tetapi pada zaman sekarang seiring dengan berkembangnya zaman dan tekhnologi, banyak pula yang menggunakan perkembangan tekhnologi ini untuk melakukan akad pernikahan. Seperti melalui media telepon maupun internet. Pernikahan melalui internet telah dilakukan oleh segelintir orang yang kebanyakan dari mereka antara calon suami istri berkedudukan dalam jarak yang sangat jauh dan tidak memungkinkan untuk keduanya bertemu secara langsung. Seperti yang dilakukan oleh seorang pemuda arab Saudi yang bekerja di Amerika. Al-Hassan menikah dengan jodoh pilihan orang tuanya melalui internet setelah perkenalan yang dilakukan melalui fasilitas yang sama. Hal yang sama terjadi di Indonesia pada bulan Januari kemarin, dimana seorang wanita asal Jawa Barat dinikahkan melalui internet dengan calon prianya yang berada di Amerika, hal ini dilakukan karena kedua-duanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan tidak mempunyai waktu untuk melakukan pernikahan yang lazim. Bahkan sebuah sekolah konservatis yang berpengaruh di India telah menyatakan bahwa pernikahan muslim secara on-line dengan menggunakan fasilitas webcam adalah sah dan legal. Keputusan melegalkan pernikahan online itu diambil dalam sebuah fatwa Departemen Darul Uloom Deoband di negara bagian Uttar Pradesh setelah terjadinya dua kasus langka pernikahan orang Muslim lewat internet di ibu kota negara bagian itu, Lucknow. Satu peristiwa pernikahan telah diajukan kepada sekolah Deoband untuk meminta persetujuan mereka.

Nikah ditinjau dari sisi bahasa: bisa bermakna akad nikah dan bisa juga bermakna menggauli istri, berkata Abu ‘Ali al Qaali: “Bangsa Arab telah membedakan dengan perbedaan yang tipis, yang dengan perbedaan itu akan dapat mengetahui kedudukan akad (pernikahan) terhadap (kehalalan) bersetubuh, sehingga apabila mereka mengatakan: dia menikahi fulanah atau binti fulan, maka yang dimaksudkan adalah akad nikah, (yakni dia melakukan akad nikah dengan fulanah atau bintu fulan, pent) namun jika mereka mengatakan: dia menikahi istrinya atau pasangannya maka mereka tidak akan memaksudkan melainkan jima’ (bersetubuh) dan al Wath’u (menggauli).

Sedangkan makna nikah menurut istilah syariat adalah “Terjalinnya akad antara seorang lelaki dengan seorang perempuan dengan tujuan adanya saling mengambil kenikmatan satu sama lainnya serta membina sebuah rumah tangga yang shalihah dan masyarakat yang baik.”

Dalam pernikahan terdapat syarat dan rukun yang harus dikerjakan agar pernikahan itu menjadi sah dalam agama Islam. Syarat-syarat pernikahan merupakan dasar bagi sahnya suatu pernikahan, apabila syarat itu terpenuhi maka sahlah pernikahannya sehingga menimbulkan kewajiban antara suami dan istri. Pada garis besarnya, syarat sahnya pernikahan dalam Islam ada dua, yaitu:

1. Laki-laki dan perempuan sah untuk dinikahi. Artinya kedua calon pengantin adalah orang yang bukan haram dinikahi.
2. Akad nikah dihadiri oleh para saksi.

Dalam madzhab Hanafiyah, syarat pernikahan antara lain adanya shigat atau ucapan ijab dan kabul, ijab dan kabul tersebut dilakukan dalam satu majelis, shigat didengarkan oleh orang-orang yang menyaksikan, adanya akad antara kedua calon pengantin yang baligh dan merdeka serta adanya dua orang saksi yang turut menyaksikan akad nikah tersebut.
1. Adapun untuk rukun pernikahan terdiri atas:
2. Adanya calon suami dan calom istri yang akan melakukan pernikahan.
3. Adanya wali dari calon pengantin wanita.
4. Adanya dua orang saksi.
5. Shigat akad nikah, yaitu ucapan ijab dan kabul.
6. Dalam madzhab Maliki, rukun pernikahan di tambah dengan adanya mahar.

Seperti yang dijelaskan pada diatas, rukun dalam pernikahan adalah adanya calon suami-istri, adanya wali, adanya saksi sekurang-kurangnya dua orang, dan ijab-kabul. Pada pernikahan dengan menggunakan fasilitas internet, kesemua rukun diatas telah terpenuhi dan kedua mempelai siap untuk dinikahkan. Pada syarat sahnya pernikahan terdapat akad nikah yang harus dilakukan, syarat sahnya suatu akad antara lain:
1. Jelasnya dalil ijab atas kabul.
2. Kabul yang sesuai dengan Ijab.
3. Akad dilakukan pada satu majelis (waktu).

Pada ijab dan kabul diharuskan jelas dan dapat dimengerti oleh semua yang hadir pada saat akad dilaksanakan. Kata atau kalimat yang digunakan diharuskan adalah yang dipakai sehari-hari dan diucapkan secara langsung dan tidak dengan puisi maupun menggunakan perumpamaan ataupun istilah^istilah lain yang sulit dimengerti. Kemudian syarat yang kedua adalal jawaban kabul yang sesuai dan tidak bertolak belakang dengan ijab yang diucapkan wali calon istri. Yang terakhir adalah akad yang dilakukan pada satu waktu dan jawaban kabul diucapkan segera setelah ijab diucapkan.

Bab II Pembahasan

Hukum Pernikahan Via Internet Menurut Agama Islam
Seperti yang telah dipaparkan di atas bahwa syarat dilakukannya pernikahan menurut agama Islam adalah:
1. Laki-laki dan perempuan sah untuk dinikahi. Artinya kedua calon pengantin adalah orang yang bukan haram dinikahi.
2. Akad nikah dihadiri oleh para saksi.
Sementara untuk rukun yang harus dikerjakan agar pernikahan tersebut dinyatakan sah menurut Islam adalah sebagai berikut:
1. Adanya calon suami dan calon istri yang akan melakukan pernikahan.
2. Adanya wali dari calon pengantin wanita.
3. Adanya dua orang saksi.
4. Shigat akad nikah, yaitu ucapan ijab dan kabul.
5. Dalam madzhab Maliki, rukun pernikahan di tambah dengan adanya mahar.

Apabila syarat dan rukun nikah diatas telah terpenuhi maka pernikahan yang dilakukan tersebut dapat dinyatakan sah menurut agama Islam. Disamping itu pula, rukun nikah yang keempat yaitu akad nikah memiliki syarat tersendiri agar bisa dikatakan sah, syarat-syarat tersebut adalah:
1. Jelasnya dalil ijab atas kabul.
2. Kabul yang sesuai dengan Ijab.
3. Akad dilakukan pada satu majelis (waktu).
Disinilah yang menjadi permasalahan dalam pernikahan yang dilakukan via internet secara on-line. Pada penggunaan fasilitas internet secara on-line, kita dapat melihat lawan bicara kita sama persis dengan aslinya serta perkataan yang diucapkan sama dengan apa yang diucaapkannya dan sesuai dengan waktu ketika ia berbicara. Hal ini tentu tidak akan mengurangi syarat sahnya suatu akad nikah seperti yang dijelaskan diatas, karena ijab dan kabul dapat dilakukan dengan jelas serta dilakukan pada satu waktu serta calon istri, wali dan para saksi bisa melihat kehadiran calon suami lewat internet secara on-line.

Tetapi terdapat perbedaan pendapat dalam penggunaan kata majelis pada syarat sahnnya suatu akad. Jumhurul ulama mengartikan kata "majelis" tersebut dengan "waktu dan keadaan". Sementara sebagian ulama berpendapat bahwa kata "majelis" tersebut berarti "tempat", artinya akad harus dilaksanakan dalam satu waktu, satu tempat dan antara kedua belah pihak harus saling bertemu secaara langsung antara satu sama lain. Bagi sebagian ulama ini, akad yang boleh dilakukan pada tempat dan waktu berlainan hanya pada masalah wasiat, hak asuh anak setelah yang bersangkutan meninggal dunia, dan apabila pada akad tersebut diwakilkan kepada wakilnya. Sehingga apabila kita mengikuti pendapat sebagian ulama ini, maka pernikahan melalui internet adalah tidak sah karena tidak dilakukan pada satu tempat dan kedua belah pihak tidak bertemu secara langsung.

Tetapi ada pendapat sebagian ulama yang mengatakan bahwa pernikahan seperti ini tidak sah, karena pernikahan melalui surat-menyurat atau pun dengan menggunakan wakil pada masa zaman Rasulllah tidak pernah ada dan tidak ada pendapat dari para sahabat serta para ulama yang membolehkan pernikahan semaccam itu. Ada pula yang berpendapat bahwa akad harus dilakukan dalam satu tempat di mana kedua belah pihak dapat bertemu secara langsung. Maka bagi ulama yang berpendapat seperti ini mengatakan bahwa pernikahan yang dilakukan melalui internet adalah tidak sah.

Jadi dalam masalah ini, ulama para terbagi menjadi dua pendapat, pendapat pertama mengatakan pernikahan seperti ini tidak sah dengan alasan pemakaian kata “majelis” diatas yang berarti “satu waktu”. Sementara pendapat yang kedua mengatakan tidak sah atas dasar riwayat Rasulullah saw. dan para sahabat serta pemakaian kata ”majelis” yang diartikan sebagai suatu tempat.



Kesimpulan
Menurut pandangan Islam, sebuah pernikahan dikatakan sah apabila kedua calon pengantin adalah orang yang bukan haram dinikahi dan ketika akad nikah dihadiri sekurang-kurangnya dua orang saksi. Sementara untuk rukun nikah adalah
1.      Pengantin lelaki (zauj)
2.      Pengantin perempuan (zaujah)
3.      Wali pengantin perempuan
4.      Dua orang saksi (Syahidami ‘adilaini)
5.      Ijab dan Qabul (Shighat) (Al Iqna’ fi Hali Alfadli Abi Syja’: II/122).

Ulama berbeda pendapat mengenai pernikahan melalui internet, pendapat pertama mengatakan sah dilakukan apabila syarat nikah dan rukunnya telah terpenuhi. Sementara pendapat yang kedua mengatakan bahwa pernikahan seperti ini tidak sah, karena akad harus dilakukan dalam satu tempat di mana kedua belah pihak dapat bertemu secara langsung.

Untuk masyarakat muslim pernikahan via Internet seperti ini sebaiknya tidak dilakukan, sebab sah-tidaknya pernikahan seperti ini menimbulkan keraguan dan perbedaan pendapat diantara para ulama fiqhiyah. Pernikahan ini juga akan menimbulkan keraguan apakah kedua calon suami-istri itu adalah benar-benar calon mempelai yang sesungguhnya atau hanya sebuah rekayasa tekhnologi.

Untuk para imam dan hakim serta pemerintah yang berwenang, sebaiknya tidak melakukan akad nikah yang dilakukan dengan cara ini. Alangkah lebih baiknya apabila pernikahan tersebut dilakukan hingga kedua calon pengantin tersebut benar-benar siap dan dapat disatukan sehungga pernikahan dapat dilakukan secara lazim menurut yang disunnahkan oleh nabi.




Referensi

Abidin, Slamet. Fiqh Munakahat. Bandung: Pustaka Setia, 1999
Az_Zuhaili, Wahbah. al_Fiqh al_Islami wa Adillatuhu, juz-5. Beirut: Darul Fikri, 1975.
Ichwan, Drs. Muhammad. Problemetika Hukum Islam Kontemporer. Jakarta: PT Pustaka Firdaus, 1999
http://tanbihun.com/fikih/rukun-nikahsyarat-pengantin-wali/

Makalah Kelompok


BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Pada era globalisasi ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat cepat dan pesat. Salah satunya dibidang komunikasi dimana saat ini komunikasi yang cepat dan praktis sangat dibutuhkan. Dengan adanya telekomunikasi ini dapat diketahui sebuah informasi dan dapat berbicara tanpa mengenal batas dimana dan kapanpun. Salah satu teknologi dibidang komunikasi yang paling praktis adalah telepon seluler (handphone).

Telepon seluler atau telepon genggam (handphone) saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Dimana hampir setiap orang, termasuk mahasiswa, menggunakan handphone untuk mempermudah melakukan komunikasi serta mendapatkan informasi. Telepon seluler adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar dengan telepon fixed line konvensional, tetapi dapat dibawa kemana-mana dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel, wireless).

Sekarang ini kepemilikan handphone tidak hanya didasarkan pada fungsi utama handphone yakni sebagai alat komunikasi, tetapi kelengkapan fitur-fitur serta desain produk juga menjadi dasar pertimbangan konsumen dalam memilih jenis atau merek handphone yang akan digunakan. Seperti yang telah diketahui, bahwa sekarang ini perkembangan teknologi semakin hari semakin pesat. Begitu juga dengan perkembangan teknologi handphone, baik kualitas, fasilitas serta fitur-fiturnya terus berkembang seiring jalannya waktu guna memanjakan pemiliknya. Handphone saat ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi verbal saja, tetapi juga sebagai alat pengambil gambar, pemutar musik, penyimpan data, dan lain sebagainya.
Keberadaan handphone pada saat ini tidak hanya digunakan oleh kalangan dewasa saja. Sekarang anak-anak pun sudah banyak yang memiliki handphone dengan kecanggihan yang tidak kalah dengan handphone orang dewasa. Sehingga dampaknya terjadi tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak. Karena kecanggihan Handphone lah yang membuat banyak orang menjadi autis (dalam arti sibuk dengan handphonenya masing-masing) dengan adanya kehadiran jejaring sosial seperti facebook, twitter dan lain-lain, yang sudah menjadi kelengkapan aplikasi pada handphone. Karena hal itulah masyarakat zaman sekarang tidak dapat dipisahkan oleh telepon seluler atau handphone.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang perkembangan telepon seluler dari zaman ke zaman dan dampak yang dialami oleh pemakai telepon seluler.

I.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan dalam tulisan ini adalah :
1. Apa pengertian telepon seluler?
2. Bagaimana kisah asal mulanya muncul telepon seluler?
3. Bagaimana kisah asal mulanya muncul telepon seluler?
4. Adakah dampak positif ataupun negatif dengan berkembangnya telepon seluler dari zaman dahulu hingga zaman modern seperti saat ini?
5. Tindakan apa yang akan dilakukan supaya tidak terjadi penyalahgunaan telepon seluler?

I.3 Tujuan Penulisan
Tulisan ini bertujuan untuk :
1. Untuk mengetahui pengertian telepon seluler
2. Untuk mengetahui sejarah dan penemu telepon seluler
3. Untuk mengetahui fungsi dan fitur yang ada dalam telepon seluler
4. Untuk mengetahui dampak positif dan negatif dari pemakaian telepon seluler
5. Untuk mengetahui tindakan yang dilakukan remaja dan anak-anak untuk menghindari penyalahgunaan telepon seluler.




BAB II
PEMBAHASAN

      II.1 Pengertian Telepon Seluler

Telepon seluler (ponsel) atau telepon genggam (telgam) atau handphone (HP) atau disebut pula adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless). Saat ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan sistem CDMA (Code Division Multiple Access). Badan yang mengatur telekomunikasi seluler Indonesia adalah Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI).

II.2 Sejarah Telepon Seluler
Penemu sistem telepon genggam yang pertama adalah Martin Cooper, seorang karyawan Motorola pada tanggal 03 April 1973, walaupun banyak disebut-sebut penemu telepon genggam adalah sebuah tim dari salah satu divisi Motorola (divisi tempat Cooper bekerja) dengan model pertama adalah DynaTAC. Ide yang dicetuskan oleh Cooper adalah sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian secara fleksibel.
Cooper bersama timnya menghadapi tantangan bagaimana memasukkan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil tersebut untuk pertama kalinya. Namun akhirnya sebuah telepon genggam pertama berhasil diselesaikan dengan total bobot seberat dua kilogram. Untuk memproduksinya, Motorola membutuhkan biaya setara dengan US$1 juta. “Pada tahun 1983, telepon genggam portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).
Setelah berhasil memproduksi telepon genggam, tantangan terbesar berikutnya adalah mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung sistem komunikasi telepon genggam tersebut dengan menciptakan sistem jaringan yang hanya membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia.
Tokoh lain yang diketahui sangat berjasa dalam dunia komunikasi selular adalah Amos Joel Jr yang lahir di Philadelphia, 12 Maret 1918, ia memang diakui dunia sebagai pakar dalam bidang switching. Ia mendapat ijazah bachelor (1940) dan master (1942) dalam teknik elektronik dari MIT. Tidak lama setelah studi, ia memulai kariernya selama 43 tahun (dari Juli 1940-Maret 1983) di Bell Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten Amerika di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching. Amos E Joel Jr, membuat sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak atau berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak terputus. Karena penemuan Amos Joel inilah penggunaan ponsel menjadi nyaman.
II.3 Fungsi dan Fitur
Selain berfungsi untuk melakukan dan menerima panggilan telepon, ponsel umumnya juga mempunyai fungsi pengiriman dan penerimaan pesan singkat (short message service, SMS). Ada pula penyedia jasa telepon genggam di beberapa negara yang menyediakan layanan generasi ketiga (3G) dengan menambahkan jasa videophone, sebagai alat pembayaran, maupun untuk televisionline di telepon genggam mereka. Sekarang, telepon genggam menjadi gadget yang multifungsi.
Mengikuti perkembangan teknologi digital, kini ponsel juga dilengkapi dengan berbagai pilihan fitur, seperti bisa menangkap siaran radio dan televisi, perangkat lunak pemutar audio (MP3) dan video, kamera digital, game, dan layanan internet (WAP, GPRS, 3G). Selain fitur-fitur tersebut, ponsel sekarang sudah ditanamkan fitur komputer. Jadi di ponsel tersebut, orang bisa mengubah fungsi ponsel tersebut menjadi mini komputer. Di dunia bisnis, fitur ini sangat membantu bagi para pebisnis untuk melakukan semua pekerjaan di satu tempat dan membuat pekerjaan tersebut diselesaikan dalam waktu yang singkat.
Dewasa ini, peranan ponsel sudah menjadi sebuah kebutuhan Primer Sehari-hari, berikut kategori ponsel berdasarkan Fungsi :
Ponsel Bisnis Ponsel jenis ini ditujukan untuk anda yang menginginkan perangkat bisnis dalam genggaman anda, biasanya ponsel yang telah memiliki kemampuan ini tergolong ponsel pintar "smartphone". Beragai aplikasi bisnis terdapat dalam ponsel ini dan dapat membuat pekerjaan kantor anda dapat dilihat dan dikerjakan dalam sebuah ponsel.
Ponsel Hiburan Ponsel Jenis ini merupakan ponsel berjenis multimedia, dimana semua aktivitas yang berhubungan dengan musik, seni, foto, sosial dan lainnya dapat anda atasi dengan sebuah ponsel. Banyak Ponsel jenis ini yang memiliki varian nya tersendiri, seperti Ponsel Musik, Ponsel Kamera, dan Ponsel Internet Sosial.
Ponsel Fashion Ponsel jenis ini lebih banyak mengandalkan tampilannya, dan dapat membuat pemiliknya sangat puas meskipun dengan fitur yang terkesan "seadanya". Tetapi dibalik itu semua, sebuah Ponsel Fashion dapat berharga berkali kali lipat dari harga ponsel tercanggih. Dewasa ini dapat ditemukan ponsel yang berharga lebih mahal dari harga sebuah kendaraan bahkan lebih mahal dari harga sebuah rumah.
Ponsel Standar Ponsel jenis ini diperuntukan untuk anda yang menginginkan ponsel yang simpel, fitur yang disematkan dalam ponsel ini merupakan fitur inti, tanpa teknologi baru yang disematkan.
II.3 Perkembangan Telepon Seluler
Generasi 0
  Handie-talkie SCR536
Sejarah penemuan telepon seluler tidak lepas dari perkembangan radio. Awal penemuan telepon seluler dimulai pada tahun 1921 ketika Departemen Kepolisian Detroit Michigan mencoba menggunakan telepon mobil satu arah. Kemudian, pada tahun 1928 Kepolisian Detroit mulai menggunakan radio komunikasi satu arah regular pada semua mobil patroli dengan frekuensi 2 MHz. pada perkembangan selanjutnya, radio komunikasi berkembang menjadi dua arah dengan ‘’frequency modulated ‘’(FM).
Tahun 1940, Galvin Manufactory Corporation (sekarang Motorola) mengembangkan portable Handie-talkie SCR536, yang berarti sebuah alat komunikasi di medan perang saat perang dunia II. Masa ini merupakan generasi 0 telepon seluler atau 0-G, dimana telepon seluler mulai diperkenalkan.
Setelah mengeluarkan SCR536,kemudian pada tahun 1943 Galvin Manufactory Corporation mengeluarkan kembali partable FM radio dua arah pertama yang diberi nama SCR300 dengan model backpack untuk tentara U.S. Alat ini memiliki berat sekitar 35 pon dan dapat bekerja secara efektif dalam jarak operasi 10 sampai 20 mil.
Sistem telepon seluler 0-G masih menggunakan sebuah sistem radio VHF untuk menghubungkan telepon secara langsung pada PSTN landline. Kelemahan sistem ini adalah masalah pada jaringan kongesti yang kemudian memunculkan usaha-usaha untuk mengganti sistem ini.
Generasi 0 diakhiri dengan penemuan konsep modern oleh insinyur-insinyur dari Bell Labs pada tahun 1947. Mereka menemukan konsep penggunaan telepon hexagonal sebagai dasar telepon seluler. Namun, konsep ini baru dikembangkan pada 1960-an
Generasi I
  Telepon genggam generasi 1G
Telepon genggam generasi pertama disebut juga 1G. 1-G merupakan telepon genggam pertama yang sebenarnya. Tahun 1973, Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan telepon seluler pertama dan diperkenalkan kepada public pada 3 April 1973. Telepon seluler yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat 30 ons atau sekitar 800 gram. Penemuan inilah yang telah mengubah dunia selamanya. Teknologi yang digunakan 1-G masih bersifat analog dan dikenal dengan istilah AMPS. AMPS menggunakan frekuensi antara 825 Mhz- 894 Mhz dan dioperasikan pada Band 800 Mhz. Karena bersifat analog, maka sistem yang digunakan masih bersifat regional. Salah satu kekurangan generasi 1-G adalah karena ukurannya yang terlalu besar untuk dipegang oleh tangan. Ukuran yang besar ini dikarenakan keperluan tenaga dan performa baterai yang kurang baik. Selain itu generasi 1-G masih memiliki masalah dengan mobilitas pengguna. Pada saat melakukan panggilan, mobilitas pengguna terbatas pada jangkauan area telpon genggam.
Generasi II
  Telepon genggam tahun 1996
Generasi kedua atau 2-G muncul pada sekitar tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah menggunakan teknologi CDMA, sedangkan di Eropa menggunakan teknologi GSM. GSM menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, GSM memiliki kapasitas pelanggan yang lebih besar. Pada generasi 2G sinyal analog sudah diganti dengan sinyal digital. Penggunaan sinyal digital memperlengkapi telepon genggam dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS. Telepon seluler pada generasi ini juga memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringan karena penggunaan teknologi chip digital. Ukuran yang lebih kecil juga dikarenakan kebutuhan tenaga baterai yang lebih kecil. Keunggulan dari generasi 2G adalah ukuran dan berat yang lebih kecil serta sinyal radio yang lebih rendah, sehingga mengurangi efek radiasi yang membayakan pengguna.
Generasi III
  Ponsel 3-G
Generasi ini disebut juga 3G yang memungkinkan operator jaringan untuk memberi pengguna mereka jangkauan yang lebih luas, termasuk internet sebaik video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini. Tapi yang menarik pada generasi ini adalah mulai dimasukkannya sistem operasi pada ponsel sehingga membuat fitur ponsel semakin lengkap bahkan mendekati fungsi PC. Sistem operasi yang digunakan antara lain Symbian, Android dan Windows Mobile
Generasi IV
Generasi ini disebut juga Fourth Generation (4G). 4G merupakan sistem ponsel yang menawarkan pendekatan baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi nirkabel yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dan lain-lain. Sistem 4G berdasarkan heterogenitas jaringan IP yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem kapan saja dan di mana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir, 4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing, online game, dan lain-lain.
II.4 Evolusi Telepon Genggam yang di Kelompokan Berdasarkan Tahunnya
1983 : Ponsel Komersial Pertama Dirilis
Ponsel komersial pertama yang diluncurkan ke pasaran adalah Motorola DynaTAC 8000x. Bodinya besar dan berat. Akibatnya, dijamin tangan bakal pegal-pegal setelah menggunakan ponsel ini. Ponsel ini tak punya fitur lain selain melakukan dan menerima panggilan. Maklum, jaringan seluler yang tersedia kala itu hanya Advanced Mobile Phone System (AMPS) atau dikenal dengan sebutan 1G. Selain itu, ponsel ini hanya mampu bertahan selama satu jam saja untuk masa talktime dan delapan jam untuk masa standby. Toh, di masanya, kehadiran ponsel ini adalah sesuatu yang revolusioner. Di masanya ponsel ini dijual dengan harga selangit. Itu sebabnya, kala itu pemilik ponsel adalah orang – orang yang kelebihan duit.
1989 : Bentuk Ponsel Mulai Mengecil
      Pada tahun ini Motorola merilis ponsel MicroTAC 9800x. Ponsel ini lebih ringan dan lebih kecil dibanding ponsel seri Motorola DynaTAC maupun ponsel jenis lainnya. Bentuknya yang seperti itu membuat ponsel ini nyaman digunakan. Tetap saja, ponsel ini tak bisa dibeli banyak orang. Ponsel jenis ini harga resminya sekitar 11 juta rupiah dan di pasar gelap dilego sekitar 19 juta rupiah. Sekedar informasi, lewat MicroTAC 9800X ini Motorola memperkenalkan konsep ponsel berbentuk flip.
1993 : Smartphone Pertama Diperkenalkan
IBM memperkenalkan ponsel cerdas yang diberi nama Simon. Namun, produk ini baru dilempar ke pasaran satu tahun kemudian. Selain berfungsi sebagai ponsel, Simon memiliki fitur kalender, buku alamat, world clock, kalkulator, notepad, e-mail serta game. Smartphone ini juga telah didukung oleh layar touch screen. Simon diluncurkan ke pasaran pada 1994 oleh BellSouth.
1996 : Ponsel Dilengkapi Layar Display
Motorola merilis StarTAC, ponsel pertama yang berdesain clamshell sekaligus ponsel pertama yang menggunakan layar display. Ponsel ini juga menyandang gelar sebagai ponsel pertama di dunia dengan fitur getar. Motorola StarTAC amat digemari di zamannya.
1999 : Internet di Ponsel
Ponsel perlahan-lahan mulai meninggalkan fungsi khitahnya. Teknologi second generation network atau 2G memungkinkan ponsel dilengkapi fitur mengirim dan menerima pesan. Seiring booming internet dan jaringan komunikasi yang makin maju, Nokia merilis ponsel Nokia 7110 yang dilengkapi fitur WAP mobile web surfing. Aplikasi ini berfungsi untuk mengakses dunia maya via internet.

2000a : Selamat Tinggal Antena Internal
Hadir tanpa antena internal di tubuhnya membuat Nokia 3210 menjadi ponsel paling inovatif di zamannya. Namun terobosan yang paling dahsyat dari ponsel ini, menjadikan ponsel dari sebuah alat yang hanya dimiliki oleh kaum berduit menjadi sebuah perangkat untuk berkomunikasi yang praktis dan bisa dimiliki siapa saja. Sekadar catatan, sejak dirilis 10 tahun lalu, Nokia 3210 telah terjual mencapai 150 juta unit lebih. Ini membuat ponsel ini sebagai ponsel paling laku di dunia.
2000b : Fitur Musik di Ponsel
Lewat Samsung SCH-M105, pengguna ponsel bisa mendengarkan musik dengan format MP3. Terobosan ini menjadi cikal bakal kehadiran ponsel-ponsel musik.
2001 : Ponsel Kamera Diperkenalkan
Teknologi ponsel terus berkembang. Pada 1997, Philippe Kahn sukses membuat ponsel yang dilengkapi kamera. Namun, ponsel kamera pertama yang dijual di pasaran adalah J-SH04 buatan Sharp Corporation yang dirilis di Jepang pada November 2000. Kamera ponsel terus berkembang. Bahkan kini ada beberapa ponsel yang kualitasnya menyamai kamera profesional.
2002 : Era BlackBerry Dimulai
Research In Motion menciptakan sebuah peranti yang dinamakan BlackBerry. Peranti ini awalnya adalah pager dua arah. Baru kemudian pada 2002, RIM merilis ponsel cerdas BlackBerry 5810 yang merupakan cikal bakal ponsel BlackBerry yang dikenal seperti sekarang.
2004 : Desain Indah
Di saat dunia ponsel mengalami stagnansi dalam hal desain, Motorola menggebrak dengan ponsel RAZR V3. Ponsel ini punya desain segi empat yang super tipis. Keindahan Motorola RAZR V3 membuat ponsel ini terlego dalam jumlah banyak. Kehadiran ponsel ini juga memicu banyak vendor ponsel untuk membuat ponsel dengan desain indah.
 II.5 Cara Kerja
Didalam ponsel, terdapat sebuah pengeras suara, mikrofon, papan tombol,  tampilan  layar, dan powerful circuit board dengan mikroprosesor yang membuat setiap telepon seperti komputer mini. Ketika berhubungan dengan jaringan nirkabel, sekumpulan teknologi tersebut memungkinkan penggunanya untuk melakukan panggilan atau bertukar data dengan telepon lain atau dengan komputer.
Jaringan nirkabel beroperasi dalam sebuah jaringan yang membagi kota atau wilayah kedalam sel-sel yang lebih kecil. Satu sel mencakup beberapa blok kota atau sampai 250 mil persegi. Setiap sel menggunakan sekumpulan frekuensi radio atau saluran-saluran untuk memberikan layanan di area spesifik. Kekuatan radio ini harus dikontrol untuk membatasi jangkauan sinyal geografis. Oleh Karena itu, frekuensi yang sama dapat digunakan kembali di sel terdekat. Maka banyak orang dapat melakukan percakapan secara simultan dalam sel yang berbeda di seluruh kota atau wilayah, meskipun mereka berada dalam satu saluran.
Dalam setiap sel, terdapat stasiun dasar yang berisi antena nirkabel dan perlengkapan radio lain. Antena nirkabel dalam setiap sel akan menghbungkan penelepon ke jaringan telepon lokal, internet, ataupun jaringan nirkabel lain. Antena nirkabel mentransimiskan sinyal. Ketika ponsel dinyalakan, telepon akan mencari sinyal untuk mengkonfirmasi bahwa layanan telah tersedia. Kemudian telepon akan mentransmisikan nomor identifikasi tertentu, sehingga jaringan dapat melakukan verifikasi informasi konsumen- seperti penyedia layanan nirkabel, dan nomor telepon.
Panggilan dari telepon genggam ke telepon rumah
Ketika melakukan panggilan dari ponsel ke telepon rumah biasa, panggilan tersebut akan berjalan-jalan di melalui antena nirkabel terdekat dan akan diubah oleh penghantar nirkabel' ke sistem telepon landline tradisional. Panggilan tersebut kemudian akan langsung diarahkan ke jaringan telepon tradisional dan ke orang yang menjadi tujuan panggilan.


Panggilan dari Ponsel ke Ponsel
Ketika melakukan panggilan dari ini, panggilan akan dirutekan melalui jaringan landline kepada pengantar nirkabel penerima atau akan dirutekan dalam jaringan nirkabel' ke tempat sel terdekat dengan orang yang menjadi tujuan panggilan. Pada saat berbicara di ponsel, maka telepon genggam akan menangkap suara dan mengubah suara menjadi energi frekuensi radio (gelombang radio). gelombang radio akan berjalan melalui udara hingga menemukan penerima di stasiun dasar terdekat. Stasiun dasar kemudian akan mengirimkan panggilan tersebut melalui jaringan nirkabel hingga sampai pada orang yang menjadi tujuan telepon.
Panggilan jarak jauh
ketika melakukan panggilan terhadap seseorang yang berada sangat jauh, panggilan akan dirutekan pada pusat pertukaran jarah jauh, yang menyambungkan panggilan antar negara atau seluruh dunia melaui kabel fiber optic.
     II.6  Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Telepon Seluler

Dampak Positif

Handphone merupakan salah satu dari perkembangan teknologi. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, fungsi handphone tidak hanya sebagai alat komunikasi biasa, tetapi manusia juga dapat mengakses internet, SMS, berfoto dan juga saling mengirim data. Dampak yang ditimbulkan dari handpone mungkin tidak kita sadari sama sekali. Selain memudahkan dalam berkomunikasi sebagai dampak positif yang manusia dapatkan, terdapat pula dampak negatif yang manusia dapatkan sebagai akibat menggunakan handphone atau telepon genggam ini.

Kehadiran HSDPA dari jalur seluler GSM memang sanggup menepis mimpi buruk internet lelet. Berbekal bandwith hingga 3,6 megabits per detik (mbps), teknologi 3,5G ini meninggalkan pendahulunya. GPRS hanya sanggup membawa data hingga 50 kbps. Penerusnya, EDGE yang juga dikenal dengan 2,75G, mentok di 150 kbps. Sedangkan WCDMA alias 3G baru bisa mengusung data secepat 384 kbps. Tak mengherankan jika HSDPA segera menjadi idola baru operator telekomunikasi di Indonesia. Teknologi nirkabel pita lebar ini menjadi tumpuan untuk mendongkrak jumlah pengguna internet pita lebar di Indonesia. Indosat memelopori layanan ini pada penghujung tahun silam, lalu disusul oleh XL. Keduanya sama-sama menawarkan HSDPA sebagai paket akses data supercepat. Mereka juga menyediakan kartu data PCMCIA dan modem USB yang kompatibel dengan HSDPA. Belakangan, awal April lalu, Telkomsel ikut mengusung akses data via HSDPA. Mereka mengklaim kecepatan akses datanya sampai 3,2 mbps atau 10-40 kali lebih cepat dari koneksi dial up internet biasa. Sasaran mereka adalah 4,5 juta pelanggan Telkomsel GPRS.

Dampak penggunaan telepon seluler yang pertama adalah meningkatkan konektivitas, baik jarak dekat maupun  jarak jauh dan mengurangi jumlah waktu dimana kita tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain.  Menurut Kate Fox dari Pusat Penelitian Masalah Sosial, telepon seluler memfasilitasi “terapi gosip” dan bertindak sebagai “garis hidup sosial” di dunia modern yang sibuk saat ini. Kita perlu hadir secara fisik dengan seseorang di era pra-handphone, hari ini kita dapat berbicara dengan seseorang dimana saja sambil berjalan-jalan atau duduk di kafe.

Kedua, dampak telepon seluler telah mempengaruhi cara seseorang melakukan bisnis. Sebuah studi di tahun 2007 oleh Australia National University melaporkan bahwa hampir setengah dari subjek yang diwawancarai mengatakan tidak mungkin atau sulit untuk melakukan pekerjaan tanpa telepon seluler.  Dampak telepon seluler bagi kehidupan sosial juga menemukan bahwa setengah dari responden menggunakan handphone mereka untuk tujuan bisnis saat melakukan liburan, mengaburkan batas antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Temuan lain adalah memiliki handphone meningkatkan beban kerja seseorang, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa handphone meningkatkan produktivitas mereka.

Ketiga adalah dampak demografis. Telepon seluler memiliki pengaruh yang berbeda pada demografis yang berbeda. Warga lanjut usia, terutama mereka yang memiliki masalah mobilitas, bisa mengurangi rasa terisolasi dengan menggunakn handphone dan tidak tergantung pada kunjungan dari orang lain untuk tetap berhubungan dengan dunia luar.

Dampak positif handphone bagi anak-anak dan remaja adalah memungkinkan mereka mengembangkan kemandirian mereka. Penelitian tahun 2007 oleh Australia Nastional University mengungkapkan bahwa 30% orang tua akan membiarkan anak mereka berada di luar jika memegang handphone agar tetap bisa dihubungi.

Keempat, memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi dalam berbagai cara, termasuk panggilan, pesan teks, IM (Instant Messaging), dan email. Berkomunikasi melalui teks memungkinkan seseorang untuk melakukan percakapan dengan orang lain yang mungkin tidak tepat untuk dilakukan di depan umum atau di acaraa tertentu. Dengan terciptanya telepon seluler smartphone, pengguna dapat mengakses akun jejaring sosial melalui handphone mereka, meningatkan jumlah metode dimana seseorang dapat berkomunikasi.

Teknologi ponsel juga memudahkan kita dalam berkomunikasi, kita tidak lagi harus bertatap muka apabila ingin berbicara, kia bisa menggunakan ponsel untuk menelpon, sms, bahkan videocall. Jangankan untuk kegiatan sehari-hari, pada saat hari raya iedul fitri saja contohnya, kita dengan mudah telpon atau sms untuk mengucapkan maaf lahir batin apabila kita tidak sempat berkunjung, kurang afdol memang, tapi setidaknya kita telah dimudahkan dengan cara itu.

Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin cepat dan canggih, kita sebagai masyarakat harus mampu menyikapi dengan cermat, jangan sampai kita mendapatkan kerugian gara-gara menggunakan teknologi tinggi hanya karena ikut-ikutan saja atau gaya-gayaan semata. Terutama saat ingin membeli ponsel baru, itu juga harus disesuaikan dengan kebutuhan kita, jangan kita membeli ponsel karena sedang trendnya, padahal kita belum menguasai benar cara pengoprasiannya, dan yang terjadi justru akan mubadzir sebab tidak dapat menggunakanfasilitas yang terdapat dalam ponsel tersebut.

Dampak Negatif

Jangan Biarkan Teknologi Jadi Antisosial. Teknologi itu seperti api. Seringnya menjadi kawan, tetapi kadang kala bisa juga menjadi lawan. Teknologi merupakan kawan karena memudahkan kita bekerja dan juga bersosialisasi. Akan tetapi, ketika teknologi mulai mengusik privasi manusia dan melanggar norma-norma kepatutan sosial, teknologi pun mulai menjadi lawan. Telepon genggam, misalnya, sebagai salah satu teknologi yang paling cepat perkembangannya-baik dalam hal teknologinya sendiri maupun dalam hal jumlah penggunanya- mempunyai dampak sosial yang negatif yang makin lama makin memprihatinkan. Sekarang, sungguh sulit menikmati tontonan di bioskop tanpa diganggu bunyi dering telepon genggam.

Di masa lalu, jika ada dua atau tiga orang mengobrol dan berisik selama pertunjukan bioskop, kelompok orang tersebut sangat mungkin akan ditegur oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Tetapi, siapa yang pernah menegur orang yang telepon genggamnya berbunyi selama pertunjukan bioskop? Jika kita nekat menegur, salah-salah kita yang dianggap rewel, bawel, dan sok benar sendiri. Padahal, jangkauan bunyi telepon genggam lebih luas dari sekadar suara obrolan dua tiga orang. Gangguan-gangguan di atas tentu saja dapat dengan mudah dieliminasi apabila kita sebagai pengguna telepon genggam mawas diri dan menyadari bahwa di beberapa tempat, seperti tempat ibadah, rumah sakit, dan bioskop, lebih sopan jika kita mematikan pesawat telepon genggam kita atau mengaturnya menjadi silent mode.

Fasilitas bluetooth juga akan berdampak negatif apabila si pengguna tidak dapat menggunakannya dengan positif, seperti pada menyebarnya gambar-gambar porno yang juga dimulai karena penikmat fasilitas camera ponsel tidak mau menggunakannya dengan benar. Telepon genggam berkamera megapiksel sangat potensial menyebabkan banyaknya pelanggaran hak cipta, terutama untuk screensaver, salah satu mobile content yang paling laku saat ini selain ringtones. Jika tadinya harus membayar royalti untuk men-download screensaver Disney atau Hello Kitty yang sangat populer di Jepang, sekarang remaja Jepang dengan mudah bisa memotret gambar Disney atau Hello Kitty yang diinginkan dengan telepon genggam berkamera megapiksel dan menjadikannya screensaver dengan kualitas gambar yang setara dengan gambar yang didistribusikan secara legal oleh content provider.

Selain daripada itu, penggunaan ponsel di lingkungan sekolah. Banya sekolah-sekolah yang melarang bahwa siswanya tidak boleh membawa alat komunikasi tersebut ke dalam lingkungan sekolah. Namun yang terjadi justru para guru yang membawa ponsel seenaknya, bahkan sering pula digunakan didalam kelas saat sedang mengajar murid-muridnya. Entah benar atau tidak tindakan tersebut, yang jelas dapat pula menimbulkan kesenjangan sosial antara guru dan siswanya. Padahal saat-saat sekarang siapa yang tidak memiliki benda yang bernama handphone.

Dampak negatif yang timbul akibat penggunaan telephone yang terlalu lama akan mengganggu kesehatan penggunanya. Hal ini disebabkan oleh radiasi gelombang elektromagnetik yang keluar dari handphone. Handphone dengan sinyal yang tidak teratur juga tidak baik bagi kesehatan, ketika handphone sedang mencari sinyal, radiasi yang keluar justru semakin kuat. Ada 2 penyakit yang timbul akibat terlalu sering menggunakan handphone, yaitu penyakit alzheimer (kepikunan dini) dan penyakit tumor non kanker. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa penggunaan telepon seluler tidak menunjukkan hubungan dengan peningkatan risiko glioma. Namun, kasusnya mungkin berbeda untuk penggunaan telepon seluler secara intensif selama bertahun-tahun. Glioma merupakan jenis kanker otak yang paling sering ditemukan. Dan selain itu juga penggunaan telephon seluler yang terlalu lama akan menyebabkan gangguan pendengaran pada telinga kita.

Selain itu, ada beberapa dampak negatif penggunaan telepon seluler, seperti:
Bagi anak yang telah memiliki telepon selular, mampu mengganggu tingkat konsentrasi si anak saat belajar (konsentrasi justru tertuju pada fitur games, jaringan sosial, SMS, dan lain sebagainya)
Efek radiasi telepon selular yang berbahaya bagi otak (telepon selular mengubah suara menjadi gelombang elektromagnetik seperti halnya radio. Kuatnya pancaran gelombang dan letak telepon selular  yang menempel di kepala akan mengubah sel-sel otak hingga berkembang abnormal dan potensial menjadi sel kanker)
Mampu mengundang tingkat kriminalitas (dapat mengundang orang lain untuk melakukan tindakan pencurian atau penjambretan telepon selular seseorang)
Bagi pelajar, mampu berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa (jika tidak ada pengontrolan dari guru atau orang tua, telepon selular dapat digunakan sebagai tayangan gambar atau video porno yang sama sekali tak layak dikonsumsi pelajar dan kaum terdidik lainnya)
Pemborosan uang yang sia-sia (memiliki telepon selular tidak lepas dari penggunaan pulsa dari kartu perdana, dan penggunaan pulsa inilah yang dapat menjadikan seorang konsumen telepon selular bertindak boros).
Dari segi psikologis , manusia menjadi malas untuk bersosialisasi dengan teman dan lingkungan sekitar (dengan fasilitas yang dimiliki oleh telepon selular, maka di zaman yang serba canggih dan modern ini segalanya bisa dilakukan dengan duduk di tempat tanpa perlu beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan aktivitas seseorang. Mulai dari mengisi pulsa, transfer uang, memesan tiket, belanja, hingga memesan makanan dapat dilakukan tanpa beranjak dari tempat sedikitpun).

II.7 Kelebihan dan Kekurangan Teknologi Telepon Seluler
Banyak orang di berbagai kota besar khususnya, tua-muda sering terlihat memamerkannya jika sedang tak digunakan. Ditaruh di saku celana, diselipkan di pinggang, atau ada juga yang sengaja terus dipegang sambil sesekali digunakan untuk menunjuk-nunjuk. Harganya yang sudah kian terjangkau membuat barang ini bisa dimiliki.
Apapun itu, alat yang ukurannya kian imut dan menarik ini juga sudah dianggap sebagai ‘teman’ di perjalanan atau di tempat beraktivitas yang amat praktis. Ia bisa menghubungkan kita dengan relasi, kolega, bahkan dengan bos galak dari mana saja. Teknologi telekomunikasi telah memungkinkannya bisa dipergunakan di mana saja. Apalagi dengan diluncurkannya satelit-satelit selular, yang selanjutnya memungkinkan benda kecil ini bisa digunakan di tempat terpencil (remote area), bahkan dari tengah
lautan. Satu yang membuatnya unggul dibanding telepon rumahan, yakni sifatnya yang tanpa kabel atau wireless. Revolusi di bidang pertelekomunikasian  memang telah sampai pada tahapan yangdahsyat. Ketika aktivitas sehari-hari telah begitu overlaps (saling tumpang tindih), peralatan canggih ini selanjutnya menjadi alat yang menentukan. Ia bisa digunakan sebagai penyampai pesan dan kabar penting selain sebagai media untuk perbincangan ringan, yang mana kaum muda biasa menyebutnya ‘ngobrol gaul’.
Lalu mengapa disebut telepon selular? Sebutan ini rupanya berangkat dari bentangan penguat sinyal yang dibangun jaringan antena RBS (radio base station) yang menjadi piranti penangkap dan penyebar sinyal. Untuk sebuah kota, penyelenggara jaringan atau biasa disebut provider biasa membaginya dalam bentuk sel yang bentuknya imajiner, dimana setiap sel akan diwakili sebuah antena RBS. Itu sebabnya telepon bergerak (mobile phone) ini selanjutnya dikenal pula sebagai telepon selular.

Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson. Pada tahun 1921 pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan teleopn mobile yang terpasang di semua mobil polisi dengan menggunakan freuensi 2 MHz. Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dengan mendirikan perusahaan elektronik yang bernama Nokia sebagai handset telepon seluler. Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile menjadi pesat dengan di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan Ericsson dan di Amerika dengan perusahaan Motorola.
Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin sering dibicarakan orang.
Awalnya, ukuran telepon seluler ukurannya memang cukup besar dengan antena pendek. Ada pula ponsel dengan ukuran sekoper. Namun saat ini, telepon selular menjadi alat yang multi-fungsi dengan ukurannya yang menarik ditambah banyaknya aksesoris telepon seluler untuk mempercantik penampilannya. Tidak seperti dulu yang harganya mahal. Sekarang telepon seluler bisa kita dapatkan dengan harga yang menggiurkan dengan fitur yang lengkap. Setiap orang menjadi mudah untuk berkomunikasi dengan adanya telepon seluler saat ini. Bahkan urusan bisnis, sekolah, sampai pengetahuan bisa mudah kita dapatkan hanya dengan memengang telepon seluler.
Namun, disamping kelebihannya telepon seluler juga memiliki banyak kerugian bagi setiap pemiliknya. Misalnya, dimanapun orang terbiasa dengan urusan telepon genggamnya sampai melupakan kejadian sekelilingnya. Seperti orang dengan mudah mengobrol melalui sms atau BBM dengan mudah, cepat, dan murah sehingga orang menjadi lupa akan semua kegiatannya. Pemilik telepon seluler juga dengan bebas men-download apa saja dari layanan internet yang ada pada telepon seluler.
 Telepon seluler yang sudah familiar dibanyak kalangan dan mudah untuk dioperasikan, membuat penggunanya terutama anak kecil yang menerima dampak buruk dari telepon seluler tersebut. Sebenarnya telepon seluler menjadi sangat bermanfaat bagi penggunanya jika digunakan dalam hal yang positif seperti barang untuk menambah pengetahuan, kuliah, belajar sampai dengan bekerja atau berbisnis yang positif.




BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Telepon seluler (ponsel) atau telepon genggam (telgam) atau handphone (HP) atau disebut pula adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless).
Seperti yang telah kita ketahui, perkembangan teknologi handphone, baik kualitas, fasilitas serta fitur-fiturnya terus berkembang seiring jalannya waktu guna memanjakan pemiliknya. Handphone saat ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi verbal saja, tetapi juga sebagai alat pengambil gambar, pemutar musik, penyimpan data, dan lain sebagainya.

Dampak positif dari kemajuan telepon seluler antara lain : Meningkatkan konektivitas, dampak telepon seluler telah mempengaruhi cara seseorang melakukan bisnis, dampak demografis, dan dampak positif  handphone bagi anak-anak dan remaja adalah memungkinkan mereka mengembangkan kemandirian mereka. Penelitian tahun 2007 oleh Australia Nastional University mengungkapkan bahwa 30% orang tua akan membiarkan anak mereka berada di luar jika memegang handphone agar tetap bisa dihubungi.

Dampak negatif dari telepon seluler adalah Efek radiasi telepon selular yang berbahaya bagi otak, telepon seluler juga dapat mengundang orang lain untuk melakukan tindakan pencurian atau penjambretan telepon selular seseorang, pemborosan uang yang sia-sia. Dampak bagi seorang pelajar, mampu berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa (jika tidak ada pengontrolan dari guru atau orang tua, telepon selular dapat digunakan sebagai tayangan gambar atau video porno yang sama sekali tak layak dikonsumsi pelajar dan kaum terdidik lainnya).
Tindakan yang dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan telepon seluler adalah dengan menggunakan telepon seluler atau handphone seperlunya dan penggunaannya sesuai dengan kondisi.
Referensi
1. http://uniqpost.com/20645/sejarah-perkembangan-handphone-untuk-pertama-kalinya/
2. http://mazipanneh.wordpress.com/2012/01/04/sejarah-dan-perkembangan-handphone-dari-masa-ke-masa/
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Telepon_genggam
4. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21668/4/Chapter%20I.pdf
5. http://awalmula.com/awal-mula-sejarah-handphone.

















Catatan Perkuliahan Pertekom


TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

a.    Pengertian
    Teknologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Techne, artinya adalah keahlian dan Logos, artinya ilmu atau pengetahuan yang berguna. Jadi teknologi dapat diartikan sebagai keahlian yang disistematisasi dan diorganisasi menjadi pengetahuan berguna. Sedangkan secara bebas teknologi dapat diartikan sebagai penerapan ilmu pengetahuan dasar (science) terhadap sesuatu untuk meningkatkan kegunaan atau nilai tambahan  (added value).
b.    Teknologi Komunikasi
    Teknologi Komunikasi menurut Onong Uchjana Effendy ialah kemampuan teknik berlandaskan ilmu pengetahuan mengenai proses berlangsungnya komunikasi melalui media massa. Sedangkan menurut Grant (1995), teknologi komunikasi merupakan sistem syaraf dari masyarakat kontemporer, mengirimkan, mendistribusikan, dan mengendalikan informasi, dan menghubungkan sedemikian banyak berbagai hal yang terpisah.

c.    Teknologi Informasi
Teknologi Informasi, Menurut Ely (1982) “mencakup sistem-sistem komunikasi seperti satelit siaran langsung, kabel interaktif dua-arah, penyiaran bertenaga rendah (low power broadcasting), komputer (termasuk personal computer dan komputer genggam yang baru), dan televisi (termasuk video disk dan video tape cassete)” .
Dan pada masanya Teknologi Komunikasi dan Teknologi informasi ini dibedakan, teknologi komunikasi mencakup pengertian yang lebih luas, termasuk sistem, saluran, jaringan, content & nilai, perangkat keras, dan perangkat lunak dari komunikasi modern dan Teknologi Informasi termasuk merupakan bagian di dalamnya. Sedangkan Teknologi Informasi  dalam pengertian hardware atau perangkat kerasnya. Teknologi Informasi identik dengan perangkat komputer dan kelengkapannya saja

REVOLUSI KOMUNIKASI

    Menurut Marwah Daud Ibrahim, Revolusi Komunikasi muncul karena adanya akselerasi eksponensial (begitu cepatnya hingga belum diketahui kapan akan mereda) dari perkembangan teknologi komunikasi dan penemuan media komunikasi yang luar biasa dibandingkan dengan perkembangan komunikasi yang beringsut lambat di awal peradaban manusia jutaan atau ribuan tahun yang lalu. Dan adapun beberapa revolusi dalam bidang komunikasi yaitu :
    Bahasa
    Tulisan
    Mesin cetak (1454;Guttenberg)
    Telekomunikasi.
Karakterisitik Teknologi Informasi :
    Adanya kebebasan dan kesempatan memilih di antara berbagai metoda dan alat untuk melayani kebutuhan manusia dalam komunikasi.
    Kemungkinan mengkombinasikan teknologi, metoda dan sistem-sistem yang berbeda dan terpisah selama ini.
    Kecenderungan ke arah desentralisasi, individualisasi, dalam konsep dan pola pemakaian teknologi komunikasi.

HAKIKAT TEKNOLOGI KOMUNIKASI

1.    Teknologi komunikasi adalah alat.
2.    Dilahirkan oleh sebuah struktur ekonomi, sosial dan politik.
3.    Membawa nilai-nilai yang berasal dari struktur ekonomi, sosial, dan politik tertentu.
4.    Meningkatka kemampuan indera manusia, terutama kemampuan mendengar dan melihat.
Ciri-ciri :
    Orang yang terlibat bisa berinteraksi dengan leluasa.
    Umpan balik, segera diketahui.
    Penyampaian pesan dilakukan secacra verbal maupun gambar.
    Menggunakan media interaktif.
Gelombang peradaban
    Gelombang Pertama (8000 SM)
     Gelombang Kedua (1700 SM – 1970 an)
     Gelombang Ketiga (> 1970 an)


PERUBAHAN LINGKUNGAN MEDIA

    Dengan hadirnya media maka membuat perubahan terhadap pola hidup manusia.  Dalam penggunaannya menurut Dizard (1997),  rata-rata orang Amerika menghabiskan waktu 2700 jam pertahun menonton televisi atau mendengarkan radio. Dalam 337 hari mereka menghabiskan waktu + 8 jam sehari untuk hal tersebut. 800 jam lainnya diserap oleh media lain, seperti musik rekaman, buku, suratkabar, majalah dan internet.
Dan pada era informasi saat ini, media-media yang yang sebelumnya terpisah kini berintegrasi menjadi satu kesatuan yang disebut konvergensi.  Menurut Staubhaar dan La Rose (2000),  konvergensi adalah integrasi dari media massa, komputer dan telekomunikasi menjadi sebuah kesatuan secara teknologis dan institusi mendasar.
Beberapa teknologi yang terpisah menjadi satu :
    Contoh :  
    Telepon ,komputer dan teknologi internet
    Ponsel Multimedia
    Surat kabar digital
    Televisi multimedia
    Radio web
    Konvergensi Teknologi
    Konvergensi Industri
    Perubahan Gaya Hidup
    Perubahan Karir
    Perubahan Peraturan
    Pergeseran isu-isu sosial


PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Pesan yang dibawa  :
1.    Melakukan Demassifikasi
2.    Menyesuaikan Diri
3.    Meningkatkan Interaksi

Dengan teknologi komunikasi :
1.    Berhubungan dengan individu di daerah/negara lain dengan cepat.
2.    Menyalurkan aspirasi dan ekspresi yang pada gilirannya menjadikan mereka akrab satu sama lain.
3.    Mengakses hasil-hasil kebudayaan yang muncul di berbagai daerah/negara
4.    Meningkatkan partisipasi mereka dalam kehidupan sospol yang menyangkut seluruh daerah/negara.
Hubungan teknologi komunikasi dan masyarakat inforrmasi
    Masyarakat informasi sendiri menurut istilah populer ialah Masyarakat yang telah terkena terpaan (exposure) media massa dan komunikasi global, masyarakat yang sadar informasi dan mendapatkan penerangan cukup (Dahlan). Sedangkan menurut ilmu komunikasi
i.    Menjadikan informasi sebagai komoditas yang sangat berharga ekonomis.
ii.    Berhubungan dengan masyarakat lain dalam sistem komunikasi global.
iii.    Mengakses informasi Superhighway.
Superhighway :
    Jaringan data elektronik yang di hasilkan oleh teknologi komunikasi yang canggih
     yang menghasilkan berbagai bentuk informasi dari seluruh pelosok dunia
    dan bisa di akses dengan menggunakan  video dan komputer (Jhon V. Pavlik)

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNKASI

Pengertian televisi
•    Kata televisi berasal dari kata tele dan visio, tele dari bahasa yunani yang berarti jauh dan visio  Atau vision dari bahasa latin yang berarti tampak atau penglihatan. Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh
Sejarah perkembangan
•    Pada tahun 1873 seorang operator telegram asal Valentia, Irlandia yang bernama Joseph May menemukan bahwa cahaya mempengaruhi resistansi elektris selenium dan melakukan beberapa percobaan  Hal ini merupakan embrio dari teknologi perekaman gambar.
•    Setelah beberapa kurun waktu lamanya Julius Paul Gottlieb Nipkow (1860-1940) diciptakan sebuah piringan metal kecil yang bisa berputar dengan lubang-lubang
•    Sekitar tahun 1920 John Logie Baird (1888-1946) dan Charles Francis Jenkins (1867- 1934) menggunakan piringan karya Paul Nipkow untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya. Mereka membuat seluruh sistem televisi ini berdasarkan sistem gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Pada waktu itu belum ditemukan komponen listrik tabung hampa (Cathode Ray Tube).
Kelebihan
•    Kemampuan televisi yang sangat menakjubkan untuk menembus batas-batas yang sulit ditembus oleh media masa lainnya. Televisi mampu menjangkau daerah-daerah yang jauh secara geografis, ia juga hadir di ruang-ruang publik hingga ruang yang sangat pribadi. Televisi merupakan gabungan dari media dengar dan gambar hidup (gerak atau live) yang bisa bersifat politis, informatif, hiburan, pendidikan, atau bahkan gabungan dari ketiga unsur tersebut. Oleh karena itu, ia memiliki sifat yang sangat istimewa.
Karakteristik
1.    Audiovisual
•    Televisi memiliki kelebihan , yakni dapat didengar sekaligus dapat dilihat (audiovisual). Jadi tidak hanya mendengar kata-kata  , musik dan efek suara , khalayak juga dapat melihat gambar yang bergerak. Karena sifatnya yang audiovisual pula , maka acara siaran berita harus selalu dilengkapi dengan gambar , baik gambra diam seperti foto maupun  video rekaman.
2.    Berpikir dalam Gambar
•    Pihak yang bertanggung jawab atas kelancaran suatu acara televisi adalah pengarah acara. Bila ia membuat naskah atau membaca naskah acara, ia harus berpikir dalam gambar (think in the picture). Begitu pula komunikator yang akan menyampaikan informasi, pendidikan atau persuasi, sebaiknya ia dapat melakukan berpikir dalam gambar. Sekalipun ia tidak membuat naskah, ia harus dapat menyampaikan keinginannya kepada pengarah acara tentang penggambaran atau visualisasi dari acara tersebut.
3.    Pengoperasian Lebih Kompleks
•    Pengoperasian televisi siaran lebih kompleks dan lebih banyak melibatkan banyak orang. Untuk menayangkan suatu acara siaran berita yang dibawakan oleh dua orang pembawa berita saja dapat melibatkan 10 orang.
Dampak
    Dampak positif ini antara lain adalah dengan adanya televisi masyarakat jadi lebih mudah untuk memperolh informasi secara lengkap dan cukup cepat walaupun jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal kita. Seperti informasi perkembangan teknologi dan ekonomi di daerah Kalimantan bisa kita peroleh melalui siaran berita televisi ketika kita tinggal di Yogyakarta. Selain itu dengan televisi dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah melalui suara pemirsa atau mengawasi kebijakan pemerintah sebagai watch dog yang juga dilakukan oleh media massa tv. Juga dengan tv, pemerintah bisa kebijakan atau peraturannya kepada masyarakat mengingat jangkauan dari tv yang cukup luas Televisi juga bisa digunakan masyarakat untuk memperoleh hiburan dengan acara hiburan yang ditayangkan oleh media massa televisi. Juga dengan televisi,masyarakat bisa mengetahui suatu tindakan penyimpangan sosial yang kurang baik yang di tayangkan lewat tayangan berita kriminal dan lain-lain. Maka dampak positif itu memang diharapkan terjadi dan diharapkan bisa membantu dan juga mempermudah manusia dalam perolehan informasi dan kegiatan komunikasi secara efisien dan cepat sesuai dengan kebutuhan manusia yang semakin menginginkan kemudahan.
    dampak negatif yang sangat berbahaya dan sangat mengkhawatirkan bagi kehidupan msyarakat terutama masalah penyimpangan sosial yang dihadapi.Dampak negatif itu antara lain anatara lain adalah :
    masyarakat lebih gemar menontonnya dan menjadikan tv sebagai "teman" daripada bersosialisasi dengan sesama manusia.Sehingga kesadaran untuk bersosialisasi antar sesama manusia menjadi luntur dan berkurang

INTERNET

•    Kependekan dari interconnected networking
•    Merupakan struktur yang tak bertepi, bebas, dan tidak mungkin di batasi
•    Bukanlah objek kasatmata yang dapat di pegang dan dirasakan
•    Lapisan kompleksitas teknologi dan jasa yang dapat dinikmati oleh semua orang
•    Rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian

Tujuh negara dengan populasi pengguna internet terbanyak :
Cina : 179.7 juta
Amerika Serikat : 163.3 juta
Jepang : 60.0 juta
Jerman : 37.0 juta
Inggris Raya : 36.7 juta
Perancis : 34.0 juta
India : 32.1 juta
Sedangkan di Indonesia sendiri sekitar  27 juta
Serta wilayah/benua dengan populasi internet terbanyak: Asia Pasifik : 416 juta (41.3%)Eropa : 283 juta (28.0%)Amerika Utara : 185 juta (18.4%)Amerika Latin : 75 juta (7.4%)Timur Tengah dan Afrika : 49 juta (4.8%)
Pemanfaatn Internet
Positif
•    Memberikan segala informasi yang di butuhkan secara cepat dan murah
•    Kemudahan bertransaksi dan berbisnis
•    Sarana komunikasi yang efektif
Negatif
•    Banyaknya situs hiburan seperti situs musik atau film, akan membuat siswa terlena dan lupa waktu/ kecanduan.
•    Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan.
•    Pornografi pun merajalela
•    Penipuan dengan modus baru
•    Meluasnya perjudian
•    Mengurangi sifat sosial manusia
Kesalahpahaman terhadap Internet
1.    Internet dipahami sebagai pusat informasi dan solusi
Pusat informasi dan solusi adalah orang-orang yang menjadi anggota komunitasnya, sedangkan internet merupakan media untuk mendistribusikan
1.    Internet dianggap sebagai penyaji pendidikan murah bahkan cenderung tanpa biaya . Anggapan yang salah bahwa semua yang di internet itu gratis dan bersifat promosi
2.    Internet sebagai pembangun hubungan dengan seluruh anggota komunitas
Internet hanya memfasilitasi, terbentuknya komunitas harus diupayakan sendiri oleh pemakainya
1.    Internet sebagai penyaji pornografi
Masih lebih banyak komunitas yang bermanfaat sebab pornografi bukan sesuatu yang dominan.
1.    Internet sebagai pengganti jasa pos
Meski memiliki fasilitas email, tetapi jasa pos seperti pengiriman barang tidak dapat dilakukan oleh internet
Konsekuensi Sosial Teknologi Komunikasi
1.    Perubahan Hubungan Sosial
Jika hubungan antara dua komponen masyarakat berubah.
1.    Transformasi Sosial
Munculnya masyarakat informasi yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
•    Informasi menjadi senjata strategis;
•    Pemilihan. informasi menjadi dasar konflik antara pernerintah dan pengusaha; (iii) informasi tidak lagi gratis;
•    Semua informasi yang bernilai tinggi akan tersimpan dalam bentuk digital;
•    Pustaka akan dipenuhi oleh buku-buku pintar elektronik;
•    Pustaka dunia akan muncul dalam bentuk informasi elektronik;
•    Konsep manusia tentang  privacy,  security dan pemilikan berubah;
•    Pertukaran informasi meruntuhkan batas-batas budaya dan wilayah;
•    Konflik akan terjadi antara pemakai dan manajemen sistem informasi;
•    Orang-orang yang menjadi “spesialis informasi” akan menjadi sangat berkuasa (Dalam Tanduklangi, 1993:127).
Konsekuensi sosial teknologi komunikasi yaitu merupakan  dampak dari penggunaan teknologi komunikasi :
Dengan adanya teknologi lahirlah inovasi-inovasi baru yang mempermudah hidup manusia, dan terjadilah perkembangan ilmu pengetahuan, karena teknologi lahir dari sebuah ilmu. namun secara negatif teknologi komunikasi memberikan dampak pada kehidupan social, ketika norma-norma yang berlaku tidak sesuai lagi dengan yang ada saat ini, seringnya terjadi kejahatan teknologi yang merugikan masyaraka tidak hanya itu dampak teknokom bisa merusak moral dan akhlak kita.
Dampak Konsekuensi Sosial Teknologi komunikasi terbagi dua, yaitu :
•     Dampak Positif
o    informasi yang ada di masyarakat dapat langsung dipublikasikan dan diterima masyarakat
o    hubungan sosial antar masyarakat dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja
o    sosialisasi kebijakan pemerintah dapat lebih cepat disampaikan kepada masyarakat
o    sarana untuk hiburan
o    adanya “share” budaya antar daerah ataupun antarnegara
•    Dampak Negatif
•    Timbulnya jenis kejahatan baru, seperti penipuan, pornografi, pengiriman email  Sampah (spam), pengiriman virus,dll.
•    Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung  lebih suka berhubungan  lewat internet daripada bertemu secara langsung.
•    meningkatnya angka pengangguran.
•    Kurangnya ruang privasi
•    Bisa membuat seseorang kecanduan dan penggunaan tidak sesuai kondisi.
•    Masuknya budaya asing yang kurang baik dan tidak difilter.
•    Dari sifat sosial dapat mengakibatkan perubahan Pola masyarakat dalam berinteraksi.

JURNALISME ONLINE
Jurnalime Online Indonesia
Sejak REFORMASI (1998) dari situlah kemudian tercetus keinginan untuk  membentuk berbagai jurnalisme online.
Dengan bertumpu pada tampilan apa adanya detikcom menjadi media jurnalisme online pertama yang melesat sebagai situs informasi digital paling populer di kalangan pengguna internet Indonesia.

Karakteristik Jurnalime Online
•    REAL TIME
•    UNSUR MULTIMEDIA
•    BERSIFAT INTERAKTIF
•    NON ORGANISASI RESMI
Dampak Umum Jurnalime Online
Negatif
Informasi dari internet dapat menembus jarak dan waktu serta menyebar ke mana pun, hal semacam ini membuat pemerintah tidak sepenuhnya bisa mengontrol informasi yang beredar
karena saking luasnya.
Positif
Masyarakat bisa lebih open minded dengan informasi-informasi yang ada

PR ONLINE

Perkembangan Public Relations baik sebagai ilmu maupun profesi tidak bisa lepas dari perkembangan teknologi komunikasi. Pengaruh teknolog komunikasi terhadap PR dapat berbentuk sebagai alat/media PR ataupun bentuk baru dari kegiatan PR, yang memunculkan istilah cyber PR, Net PR, dan nama lain bentuk kegiatan atau bidang kajian PR dalam dunia cyber (dunia maya).
Beberapa hal yang perlu diperhatikan para praktisi PR dalam menggunakan internet :
1.    PR harus menyadari bahwa publik/khalayak bisa mengakses semua press release atau news release yang dikirimkan melalui internet atau server.
2.    Publik dapat mengakses press release dalam home page yang ada di www (bila perusahaan memiliki home page).
3.    PR dapat membuat mailing list dari publiknya. Mailing list adalah perangkat elektronik yang dapat menyebarkan press release kepada publiknya melalui kontak email.
Keuntungan PR dalam menggunakan internet :
a.    Informasi cepat sampai pada publik.
b.    Internet dapat berfungsi sebagai iklan, media, alat marketing, sarana penyebaran informasi dan promosi.
c.    Siapapun dapat mengakses internet
d.    Tidak dapat terbatas oleh ruang dan waktu.
e.    Internet dapat membuka kesempatan melakukan hubungan komunikasi dalam bidang pemasaran secara langsung.
Mengukur Efektivitas Kegiatan PR Online
1.    Menghitung jumlah orang yang mengunjungi situs perusahaan dan memberikan informasi rinci mengenai dirinya dalam website tersebut.
2.    Laporan penjualan bulanan dari pengecer resmi.
3.    Mengukur tingkah laku khalayak.
4.    Memantau liputan media.
5.    Memantau penambah database.

HUKUM DAN ETIKA DALAM TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Bentuk dan Aturan Hak Cipta
Pelanggaran atas hak cipta seseorang akan dikenai sanksi hukum sesuai dengan pasal 72 Undang-Undang Hak Cipta. 19 Tahun 2002 yang menyatakan :
1.    Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.5.000.000.0000,00 (lima miliar rupiah).
2.    Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
3.    Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu Program Komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
Tindakan penggunaan teknologi informasi yang bertentangan dengan moral dan undang-undang yang berlaku dan banyak dibicarakan saat ini, antara lain:
a. Hacking/cracking
b. Pembajakan
c. Browsing situs-situs yang tidak sesuai dengan moral dan etika kita
1.    Hacking/cracking
Tindakan pembobolan data rahasia suatu institusi, membeli barang lewat internet dengan menggunakan nomor kartu kredit orang lain tanpa izin (carding) merupakan contoh-contoh dari tindakan hacking. Orang yang melakukan hacking disebut hacker. Begitu pula dengan membuka kode program tertentu atau membuat suatu proses agar beberapa tahap yang harus dilakukan menjadi terlewatkan (contoh: cracking serial number) apabila dilakukan tanpa izin juga merupakan tindakan yang menyalahi hukum.
1.    Pembajakan
Mengutip atau menduplikasi suatu produk, misalkan program komputer, kemudian menggunakan dan menyebarkan tanpa izin atau lisensi dari pemegang hak cipta merupakan dalam posisi lemah akan dikenai sanksi dan konsekuensi sesuai hukum yang berlaku.
2.    Browsing situs-situs yang tidak sesuai dengan moral dan etika kita
Membuka situs dewasa bagi orang yang belum layak merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan norma dan etika. Teknologi internet yang dapat memberikan informasi tanpa batas akan mengakibatkan tindakan yang beragam, mulai dari tindakan-tindakan positif sampai negatif. Orang yang tahu akan manfaat internet dan memanfaatkan secara positif akan mendapatkan hasil yang positif pula, dan begitu juga sebaliknya.

Irman's Profile

Dilahirkan di Bandung dengan penuh perjuangan karena saya orang yang keras semenjak bayi jadi saya enggan untuk keluar pada saat itu. Dilahirkan di keluarga campuran suku yaitu jawa dan sunda ibu saya bernama II AMLIAH suku sunda dan ayah saya bernama D PRASTYO suku jawa. Ketika dilahirkan langsung diberi nama IRMAN SUNJAYA PRASTYO keren sekali ya nama saya. Dibesarkan di berbagai daerah tetapi di Garut paling lama. Sekolah dasar di SDN SUKAMERANG 1 sekolah dengan gedung paling bagus di kecamatan atau bahkan di Garut. Lulus SD sesuai target yaitu enam tahun. Memilih untuk melanjutkan pendidikan di Bandung yang katanya kota fashion. Gagal masuk smp pilihan pertama ya sudah masuk SMPN 2 MARGAHAYU. Bisa dibilang masa smp masa adaptasi lingkungan, gila Bandung dengan Garut beda banget karakter orangnya walaupun satu suku. Lanjut ke sma sekolah di SMAN 1 MARGAHAYU katanya sih sma nomer wahid di Kab.Bandung ternyata benar sekali. Lulus dengan nilai yang bisa dikatakan sempurna saya ikut SNMPTN  dan diterima di UIN SUNAN GUNUNG DJATI jurusan Humas NIm 1209406033 . Itu sejarah pendidikan saya.